Meskipun sering dijadikan sebagai destinasi wisata untuk menghilangkan stres, aktivitas mendaki gunung tetap memerlukan persiapan yang matang. Persiapan seperti pakaian bukan hanya sekedar pelengkap penampilan, melainkan menjadi pelindung tubuh yang sangat krusial. Untuk itu, bikin jaket gunung Jogja tidak harus estetik melainkan berfungsi sempurna.
Sebagai pelindung tubuh, umumnya jaket gunung terbuat dari tiga lapisan utama dengan fungsi yang berbeda pada setiap lapisannya. Sistem layering memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga keselamatan para pendaki. Jika Anda masih belum memahami sistem layering, yuk simak informasinya di bawah ini!

Lapisan Utama Sebagai Manajemen Kelembapan Kulit
Pada jaket gunung, lapisan utama ini merupakan bagian yang akan bersentuhan langsung dengan kulit. Dalam proses bikin jaket gunung Jogja di lapisan ini, konveksi lebih memilih untuk menggunakan kain yang memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik. Kemudian mengalirkannya menuju lapisan berikutnya agar lebih mudah untuk menguap.
Dengan begitu, kulit akan tetap kering dan tubuh tidak akan kehilangan panas secara drastis ketika Anda berhenti untuk beristirahat. Lapisan utama atau dikenal dengan base layer dikatakan berfungsi dengan baik apabila mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil, tidak membuat kulit lecet akibat gesekan dengan kain basah dan dapat meminimalisir resiko bau badan.
Rekomendasi Bahan yang Cocok
Dengan posisinya yang berada di bagian dalam, maka banyak digunakan saat bikin jaket gunung Jogja di lapisan pertama harus tepat. Biasanya konveksi akan menggunakan bahan sintetis premium atau serat alami khusus.
- Bahan Sintetis Premium. Untuk membuat lapisan paling dalam di jaket gunung, maka bahan statis premium yang banyak dipilih yaitu polyester dan nilon. Serat kain ini memiliki kemampuan ajaib yang jarang dimiliki kain lain yaitu tidak menyerap air namun meneruskannya pada lapisan kedua. Dengan begitu, lapisan dalam akan selalu berada dalam kondisi kering tanpa keringan sedikitpun..
- Bahan Serat Alami. Meskipun jarang digunakan karena harganya yang lumayan mahal, serat alami seperti merino wool merupakan pilihan terbaik karena mampu menahan hangat dengan baik. Apalagi kain ini juga dilengkapi dengan kemampuan anti parasit dan anti bakteri.
Hal yang Harus Dihindari
Meskipun kain katun selalu menjadi pilihan yang terbaik dalam membuat berbagai jenis pakaian, namun menjadikannya sebagai bahan untuk bikin jaket gunung Jogja di lapisan pertama merupakan kesalahan fatal. Hal ini dikarenakan meskipun katun mampu menyerap keringat, namun katun justru menahannya di dalam serat seperti spons.
Apabila kain katun pada base layer sudah basah kuyup, maka proses pengeringannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Lapisan katun yang basah kuyup dapat mendinginkan suhu tubuh secara ekstrem dan meningkatkan risiko terjadinya hipotermia.
Lapisan Insulasi Sebagai Perangkap Suhu Panas Tubuh
Jika lapisan utama berfokus untuk menjaga kelembaban tubuh, maka lapisan kedua atau lapisan insulasi berfokus pada manipulasi suhu. Apalagi kondisi gunung di Indonesia yang sangat dingin di ketinggian tertentu dan berpotensi menyebabkan hipotermia. Untuk itu, disinilah alasan penting mengapa lapisan ini wajib ditambahkan saat bikin jaket gunung Jogja.
Lapisan tengah memiliki fungsi utama untuk menjaga panas alami yang diproduksi oleh tubuh agar tetap stabil dan tidak terbuang keluar dengan sia-sia. Lapisan ini akan menciptakan ruang udara yang hangat sehingga udara dingin dari luar tidak akan masuk dan menembus kulit. Meski demikian, lapisan ini juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik agar dapat meneruskan sirkulasi uap air dari lapisan pertama hingga lapisan terluar.
Rekomendasi Bahan yang Cocok
Meskipun berada di bagian tengah, bahan yang digunakan saat bikin jaket gunung Jogja di lapisan kedua ini tidak boleh sembarangan. Apalagi tindakan semacam ini bisa mengganggu proses penguapan keringat dari lapisan terdalam hingga lapisan terluar jaket. Berikut beberapa contoh rekomendasi bahan yang bisa digunakan di lapisan kedua.
- Fleece. Terbuat dari serat sintetis polyester dan memiliki tekstur bulu halus. Bulu ini dapat menjebak suhu panas dan apabila terlanjur basah maka bisa cepat kering.
- Bulu Angsa. Berasal dari bagian dalam angsa atau bebek sehingga lebih ringan namun cukup hangat. Sayangnya, bahan ini justru bisa kehilangan performanya dan menggumpal apabila terkena air atau udara yang terlalu lembab.
- Synthetic Insulation. Secara visual dan struktur ini dibuat untuk meniru bahan bulu angsa. Meskipun hanya tiruan, bahan ini memiliki spesifikasi yang sangat baik dalam hal daya tahan air dan kemampuan merangkap panas.
Hal yang Harus Dihindari
Kesalahan yang harus dihindari saat bikin jaket gunung Jogja di lapisan tengah yaitu penggunaan bahan yang terlalu tebal namun kedap udara. Hal ini dikarenakan, bahan dengan kriteria tersebut bisa menyebabkan terperangkapnya upa keringat di dalam jaket. Sehingga bisa membuat tubuh menjadi basah kuyup oleh keringat sendiri dan akan sangat berbahaya.

Lapisan Terluar Sebagai Perisai Utama
Lapisan terakhir atau terluar akan berhadapan langsung dengan kejamnya cuaca di gunung yang cukup ekstrem dan tak menentu. Lapisan terluar atau dikenal dengan outer shell berfungsi untuk melindungi tubuh dari terpaan angin kencang, menahan air hujan agar tidak masuk dalam jaket dan memastikan bahwa suhu dingin tidak sampai pada kulit.
Selain itu, lapisan terluar saat bikin jaket gunung Jogja ini juga harus memiliki kemampuan untuk bernafas agar uap panas dan sirkulasi udara dari dalam tubuh bisa terbuang keluar. Jika tidak, maka keringat akan terperangkap dan membasahi lapisan bagian dalam jaket.
Rekomendasi Bahan yang Cocok
Sebagai lapisan terdepan untuk menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem, bahan yang digunakan tidak boleh sembarangan agar mampu memberikan proteksi maksimal. Berikut beberapa rekomendasi bahan yang cocok untuk lapisan terluar.
- Gore-Tex. Bahan yang berstandar internasional ini sudah 100% mampu menahan air dan angin dengan kemampuan breathable yang sangat tinggi. Dengan begitu, maka kain ini dapat membuang uap keringat dari lapisan sebelumnya.
- Meskipun harganya lebih murah, bahan ini memiliki daya tahan air dan angin yang sangat baik. Hal ini dikarenakan adanya lapisan coating balon di bagian dalam kain.
- Meskipun kainnya cenderung lentur dan ringan, bahan ini tetap memiliki kemampuan untuk menahan angin dengan optimal.
Hal yang Harus Dihindari
Untuk membuat lapisan terluar pada saat bikin jaket gunung Jogja, Anda tidak boleh menggunakan bahan parasut dan jas hujan plastik. Meskipun dua bahan ini terbuat dari 100% anti air, keduanya tidak memiliki pori-pori sirkulasi udara. Hal ini akan sangat berbahaya dan dapat memicu dehidrasi parah serta membuat tubuh terasa seperti dikukus karena panas tubuh yang terjebak.
Setiap lapisan pada jaket memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjaga keselamatan pendaki selama proses pendakian berlangsung. Saat bikin jaket gunung Jogja, pastikan bahwa tidak salah menggunakan bahan pada setiap lapisannya. Untuk itu, Anda bisa konsultasi pada konveksi Jogja yang profesional!
