You are currently viewing Beberapa Kesalahan Saat Buat Kemeja PDL Jogja dan Cara Mengatasinya

Beberapa Kesalahan Saat Buat Kemeja PDL Jogja dan Cara Mengatasinya

Sebuah instansi atau perusahaan biasanya memiliki kemeja PDL tersendiri dengan warna dan desain beragam. Di mana, kemeja PDL memiliki fungsi tersendiri yang tentunya selain sebagai identitas juga untuk menjaga diri. Untuk buat kemeja PDL Jogja sendiri, instansi atau perusahaan perlu memperhatikan banyak hal. Sehingga, ketika kemeja PDL tersebut sudah selesai, tetap nyaman digunakan oleh para karyawan.

Hanya saja, untuk menekan pengeluaran berlebih beberapa instansi justru hanya berpaku pada harga saja. Mereka cenderung memilih harga murah tanpa tau kualitas kain atau jahitannya. Alhasil, kemeja PDL pun tidak nyaman digunakan.

Selain hanya memperhatikan dari segi harga saja, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan jika membuat kemeja PDL. Beberapa kesalahan yang dimaksud ialah:

Karakteristik Bahan Kain

Salah Memilih Karakteristik Bahan Kain

Ada banyak sekali jenis bahan yang sering digunakan dalam pembuatan kemeja PDL. Tentunya berbagai bahan tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Sehingga ketika akan buat kemeja PDL Jogja, Anda harus mengetahui beberapa jenis kain yang tepat untuk dipilih.

American Drill

Kalau jenis kain yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi bagi para instansi atau perusahaan. American drill menjadi salah satu jenis kain yang banyak digunakan untuk kemeja atau seragam perusahaan. Jenis kainnya memiliki serat yang kuat, permukaan lembut, dan tidak mudah kusut.

Di samping itu, American drill juga tidak akan gerah ketika digunakan. Hal tersebut membuatnya cocok dipakai sebagai bahan pembuatan kemeja PDL. Karyawan di lapangan tentunya akan nyaman ketika menggunakan seragam berbahan American drill.

Nagata Japan Drill

Jenis kain lain yang biasa dipakai buat kemeja PDL Jogja ialah nagata japan drill. Kain ini termasuk kain yang memiliki karakteristik tebal dan kuat. Namun, untuk teksturnya sendiri masih lembut. Sehingga, akan sangat cocok digunakan sebagai kemeja PDL.

Terbuat dari bahan yang kandungan katunnya lebih besar dibandingkan dengan polyester, sehingga akan menciptakan rasa adem dan nyaman ketika dikenakan. Jika dibandingkan dengan American drill, bahan ini justru memiliki serat yang lebih padat.

Kain Ripstop

Nah, jika Anda mencari kain kemeja PDL yang memiliki pola kotak kecil-kecil, maka ripstop bisa menjadi pilihan. Bahan ini cenderung memiliki bobot ringan dan tentunya cepat kering. Sangat berguna untuk para pekerja lapangan yang bergelut dengan hujan dan panas.

Taipan Japan Drill

Masih dalam keluarga japan drill, Anda bisa memilih juga Taipan japan drill. Bahan yang satu ini lebih tebal, tetapi tetap mampu menyerap keringat dengan baik. Itu sebabnya untuk buat kemeja PDL Jogja bisa memilih jenis kain ini.

Kanvas

Kanvas juga bisa menjadi pilihan dalam pembuatan kemeja PDL. Jenis kain yang satu ini cenderung lebih tebal dan lebih kuat. Sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal untuk para karyawan. Hanya saja, kanvas cenderung kurang dalam menyerap keringat jika dibandingkan dengan ripstop dan drill.

Berbagai jenis kain di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan pembuatan kemeja PDL-nya. Anda harus mengetahui fungsi dan tujuan dari pembuatan kemeja PDL tersebut, setelahnya bisa memilih kain yang tepat berdasarkan karakteristiknya. Akan lebih baik juga meminta pendapat tempat konveksi yang sudah dipilih.

Mengabaikan Detail Size

Kesalahan lain yang biasanya sering dilakukan ketika buat kemeja PDL Jogja ialah mengabaikan detail size. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa setiap size diberbagai tempat memiliki perbedaan ukuran. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Anda menentukan size terlebih dahulu.

Kesalahan dalam pengabaian size ini bisa berdampak pada kemeja PDL yang kebesaran atau kekecilan. Kesalahan size ini tentunya akan membuat para karyawan tidak nyaman dan berakhir bekerja tidak maksimal.

Untik menghindari pengabaian size ini, bisa melakukan fitting terlebih dahulu. Selain itu bisa langsung saja mendata lingkar dada dan panjang baju setiap karyawan. Nantinya, bisa dibuat size standar perusahaan dan disesuaikan dengan size kebanyakan karyawan.

Desain Bordir

Desain Bordir Terlalu Rumit dan Terlalu Besar

Saat buat kemeja PDL Jogja, maka desain bordir pun harus diperhatikan dengan baik. Sebab, beberapa di antaranya ada yang malah membuat desain bordir terlalu besar atau kecil. Parahnya, ada juga yang malah menempatkan bordir logo di tempat yang salah. Sehingga, nilai fungsional dari kemejanya tidak didapat.

Di samping logo yang terlalu besar atau kecil, kesalahan lain ialah mengabaikan kualitas benang bordirnya. Sehingga mengakibatkan identitas instansi tidak terlihat jelas. Oleh sebab itu, Anda harus menyederhanakan logo bordir terlebih dahulu, memastikan logo tidak menutupi bagian fungsional kemeja, dan memilih benang bordir dengan kualitad yang bagus.

Melewatkan Fitur Penting

Sesuai dengan namanya, maka kemeja PDL merupakan kemeja kerja yang dipakai di lapangan. Itu sebabnya, dalam pembuatannya perlu ada beberapa fitur penting atau fungsional. Di mana, fitur tersebut akan membantu para pekerja mengerjakan pekerjaannya dengan lebih mudah.

Beberapa fitur penting buat kemeja PDL Jogja di antaranya ialah ventilasi punggung, pengait lengan panjang untuk menjadi lengan pendek, sampai dengan kantong kargo. Dengan memperhatikan fitur penting ini, maka kemeja PDL pun bisa berfungsi dengan baik.

Komunikasi yang Buruk Pada Desain Mockup

Sebenarnya, untuk membuat kemeja PDL, kehadiran desainer menjadi suatu hal yang penting. Di mana nantinya kemeja yang dibuat bisa disesuaikan dengan desainer dan tentu saja meminimalisir kesalahan. Adapun jika desainnya kurang menarik, maka bisa dilakukan revisi terlebih dahulu sebelum naik ke proses produksi.

Nah, salahnya kebanyakan instansi atau perusahaan justru hanya memberikan referensi dari internet saja tanpa ada desain yang jelas. Kesalahan ini terus berlanjut ketika pihak vendor tidak mem-follow up kembali mengenai desain dan malah langsung melakukan produksi.

Kesalahan yang terus menerus ketika buat kemeja PDL Jogja ini pada akhirnya akan menghasilkan kemeja yang tidak cocok. Sehingga, parahnya bisa terjadi perselisihan antara instansi dan pihak vendor. Itu sebabnya sangat penting untuk membuat desain terlebih dahulu.

Selain itu, buat juga lembar kerja yang memuat detail dari desainnya. Seperti misalnya jenis bahan yang digunakan, peletakan logo bordir, penambahan fitur fungsional, dan lain sebagainya. Dengan adanya desain dan lembar kerja ini memungkinkan untuk tidak adanya kesalahpahaman. Jangan lupa juga untuk terus berkomunikasi dengan pihak vendor untuk hasil yang lebih baik.

Nah, selain kesalahan-kesalahan di atas, penting juga mengetahui cara merawat kemeja PDL agar lebih awet dan tahan lama. Hal ini bisa didapat dari vendor konveksi dengan mengetahui karakteristik dari bahan dan cara merawatnya. Komunikasi yang baik ini nantinya bisa menghasilkan kemeja PDL sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Ketika buat kemeja PDL Jogja, pemilihan kain akan sangat berpengaruh untuk kenyamanan penggunanya. Di samping itu, penempatan logo dan pembuatan fitur fungsional harus diperhatikan dengan baik.