You are currently viewing Mengapa Kantong Jaket Gunung Dibuat Tinggi? Ini Kata Konveksi Jaket Gunung Jogja

Mengapa Kantong Jaket Gunung Dibuat Tinggi? Ini Kata Konveksi Jaket Gunung Jogja

Aktivitas mendaki gunung tidak bisa dilakukan tanpa adanya persiapan yang matang karena cukup berbahaya. Biasanya pendaki akan menggunakan jaket khusus untuk melindungi tubuh dari cuaca ekstrem yang ada di gunung. Konveksi profesional seperti konveksi jaket gunung Jogja biasanya membuat jaket dengan spesifikasi khusus seperti penggunaan kantong dengan desain yang berbeda.

Kantong yang biasa ada di area bawah pada jaket biasa, justru berada di area dada atau perut bagian atas pada jaket gunung. Meskipun posisinya terlihat aneh namun memiliki fungsi yang cukup penting dalam menunjang perjalanan pendakian. Agar tidak penasaran, di bawah ini akan dijelaskan beberapa alasan mengapa kantong jaket gunung dibuat lebih tinggi!

Fungsionalitas Posisi Kantong Tinggi

Alasan Utama Fungsionalitas Posisi Kantong Tinggi

Setiap bagian dari jaket gunung yang terlihat tidak biasa tentunya dibuat dengan mempertimbangkan fungsi pada setiap bagiannya. Penempatan saku pada area dada atau dikenal dengan istilah alpine pockets juga dilakukan konveksi jaket gunung Jogja karena beberapa alasan teknis berikut.

Kompatibilitas dengan Sabuk Ransel

Setiap mendaki gunung, pendaki akan membawa tas carrier yang berkapasitas besar dan berat yang dilengkapi dengan sabuk pinggang tebal untuk mentransfer beban ke area panggul pendaki. Apabila saku tetap berada di area bawah, maka sabuk pinggang akan menutupi dan mengunci resleting saku secara total.

Akibatnya pendaki akan sangat susah dalam membuka dan mengakses saku selama tas carrier digendong. Untuk itu, konveksi jaket gunung Jogja juga menempatkan saku pada area atas agar tidak tertutup oleh sabuk pinggang tas carrier.

Kemudahan Mengakses Saku

Dalam perjalanan yang ekstrem setiap, kecepatan gerakan seringkali diperlukan dalam beberapa kondisi. Seperti saat sedang ingin mengambil kompas, GPS, smartphone atau snack untuk memulihkan energi. Apabila posisi kantong berada di bawah dan tertutup sabuk pinggang tas carrier, maka pendaki masih harus berhenti dan melepaskan tas terlebih dahulu. Hal ini akan sangat membuang waktu dan tenaga pendaki.

Keamanan Perlengkapan dari Benturan

Area pinggang ke bawah merupakan area yang aktif bergerak saat melangkah, apalagi saat proses pendakian. Menyimpan barang keras di saku bawah seperti telepon, dompet dan benda lainnya bisa berpotensi hilang. Tak hanya itu, barang-barang yang terus terguncang dan menghantam paha akan menimbulkan rasa tidak nyaman serta memperbesar resiko terjadinya kerusakan barang. Untuk itu, konveksi jaket gunung Jogja sangat tidak merekomendasikan penempatan saku pada area bawah.

Proteksi Cuaca yang Optimal

Konveksi jaket gunung Jogja memahami bahwa bagian area pinggang ke bawah menjadi bagian tubuh yang paling memungkinkan terkena cipratan lumpur hingga gesekan dengan semak belukar. Untuk itu, sangat tidak memungkinkan apabila saku ditempatkan di bagian bawah karena saku dipastikan cepat kotor dan terkena rembesan air lumpur. Sedangkan apabila saku berada di area atas, maka lebih melindungi dari cipratan air lumpur.

Fitur Teknis Jaket

Dampak pada Fitur Teknis Jaket

Memindahkan posisi saku dari bagian bawah ke area dada tidak hanya mengubah estetika tetapi juga berpengaruh pada konstruksi fisik dari jaket tersebut. Perubahan ini juga dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada dua fitur teknis utama jaket yaitu:

Memaksimalkan Fitur Tahan Air

Konveksi jaket gunung Jogja membuat jaket yang tahan terhadap air dan angin agar memberikan perlindungan ekstra bagi para pendaki dari cuaca yang ekstrem. Fitur tahan air bisa kurang maksimal apabila terlalu banyak tusukan jarum yang menciptakan lubang-lubang mikroskopis saat membuat saku bagian bawah.

Lubang-lubang inilah yang akan membuat air merembes masuk ke dalam jaket. Apalagi jahitannya menggunakan posisi mendatar yang dapat membuat air tergenang dan merembes. Sedangkan saku dada dibuat vertikal sehingga air hujan akan mengalir dari atas langsung meluncur ke bawah tanpa menggenang.

Tak hanya itu, jahitan saku bawah biasanya dibuat dengan posisi mendatar sehingga apabila air hujan turun, air akan tersangkut dan menggenangi jahitan tersebut. Dengan begitu, air akan rembes ke dalam dan bisa membuat Anda kedinginan. Jadi, pastikan jangan pakai saku bawah saat bikin jaket di konveksi jaket gunung Jogja.

Saku bawah juga lebih mudah rusak karena lebih sering tertekuk seperti saat duduk, membungkuk atau dikarenakan terjepit tas carrier. Hal ini bisa menyebabkan selotip pelapis anti air akan mengelupas dan bocor. Sedangkan area dada lebih rata dan jarang tertekuk sehingga membuat selotip pelapisnya lebih awet dan tidak mudah bocor.

Efisiensi Sistem Regulasi Tubuh

Resiko hipotermia yang sering dialami oleh pendaki saat proses pendakian terjadi karena hawa panas yang dihasilkan proses pendaki terjebak dalam jaket. Akhirnya bisa membuat bagian dalam jaket menjadi basah dan sangat berbahaya. Konveksi jaket gunung Jogja memahami bahaya ini dan menjadikan saku dada sebagai salah satu penolongnya.

Konveksi biasanya mengganti lapisan dalam saku dada menggunakan bahan jaring yang berpori besar. Sehingga apabila pendaki merasa kepanasan dengan kondisi yang sedang hujan, pendaki bisa langsung membuka resleting saku dada tanpa harus membuka resleting jaket.

Tindakan ini akan membuat uap panas dari area inti tubuh terdorong keluar melalui ritsleting saku yang terbuka. Nantinya, udara segar akan masuk untuk mendinginkan suhu tubuh secara instan tanpa harus takut dengan adanya resiko hipotermia.

Posisi dan Ukuran Saku Dada yang Ideal ala Konveksi Jaket Gunung Jogja

Konveksi jaket gunung Jogja memiliki standar dan aturan sendiri terkait posisi dan ukuran saku dada yang ideal untuk digunakan. Berikut beberapa informasi posisi yang tepat dan ukuran yang sesuai menurut konveksi Jogja.

  • Posisi: Ujung saku harus berada di bawah tulang selangka sekitar 5 sampai 7 cm di bawah bahu dengan ujung bawah saku wajib berakhir di atas garis rusuk terbawah. Sedangkan garis ritsleting bisa ditempatkan di antara garis tengah dada dan garis ketiak agar mempermudah tangan dalam merogoh saku.
  • Ukuran: dengan lebar saku sekitar 15 cm hingga 18 cm dan panjang resleting 18 sehingga 22 cm akan mempermudah tangan untuk masuk ke dalam saku meskipun menggunakan sarung tangan tebal.

Aktivitas pendakian sering dijadikan sebagai cara untuk menghilangkan stres yang efektif. Namun bukan berarti Anda harus menggadaikan keselamatan dengan menggunakan jaket yang tidak sesuai standar keselamatan. Untuk itu, Anda harus berkonsultasi dengan konveksi jaket gunung Jogja agar bisa mendapatkan jaket dengan berbagai fitur yang sesuai termasuk fitur saku yang tepat. Tunggu apa lagi, yuk segera konsultasi!