You are currently viewing Cari Produksi Kemeja PDH Jogja Berkualitas? Kenali Kriterianya!

Cari Produksi Kemeja PDH Jogja Berkualitas? Kenali Kriterianya!

Ternyata, tidak semua produksi kemeja PDH Jogja terasa nyaman saat digunakan. Hal ini bisa karena kualitas bahan yang digunakan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Padahal, pakaian dinas harian yang dikenakan bisa memengaruhi mood karyawan yang bekerja. 

Apa jadinya jika kemeja yang digunakan terasa berat, bahannya kasar, atau mudah kotor. Tentunya, kondisi tersebut bisa membuat tampilan kemeja menjadi tidak menarik. Lantas, seperti apa kriteria dari kemeja PDH yang berkualitas tersebut? Berikut informasinya.  

Kriteria Produksi Kemeja PDH

Memahami Kriteria Produksi Kemeja PDH Jogja yang Berkualitas

Sebagian besar perusahaan, organisasi, atau instansi memiliki Pakaian Dinas Harian (PDH) dan wajib dikenakan karyawan saat beraktivitas di tempat kerja. Jenis yang paling umum dipilih sebagai dress code berupa kemeja formal. 

Selain itu, ada juga yang PDH-nya berupa celana bahan, rok, blus, rompi, dan jaket. Apapun bentuk PDH yang ditetapkan, ada beberapa kriteria yang perlu dipahami agar menemukan pakaian dinas kerja yang nyaman, diantaranya adalah: 

Tidak Mudah Rusak 

Kemeja PDH termasuk jenis seragam yang kerap digunakan. Bahkan, ada yang mewajibkan untuk dikenakan setiap hari dan dalam waktu yang lama hingga jam kerja berakhir. 

Hal ini tidak berlaku hanya bagi karyawan saja, bahkan siswa dan mahasiswa juga mengenakan kemeja jenis ini saat menjalani rutinitas atau aktivitas tertentu. Itu sebabnya, bahan yang digunakan harus kuat dan tidak mudah koyak atau rusak. 

Sebagai seragam yang sering digunakan, tentunya juga harus sering dicuci. Kedua proses tersebut bisa membuat kualitas bahannya kian menurun. Faktanya, penggunaan kemeja PDH dibutuhkan untuk jangka panjang hingga beberapa tahun. 

Oleh karena itu, saat memiliki rencana untuk membuat kemeja PDH, Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Pastikan kain yang digunakan dari jenis yang kuat dan tidak mudah robek atau rusak meski kerap dicuci. 

Bahan Produksi Kemeja PDH Jogja Lembut

Pakaian dinas kerja biasanya harus dikenakan dalam waktu lama. Itu sebabnya kemeja jenis ini sudah seharusnya jika menggunakan bahan yang mempunyai karakteristik lembut. Umumnya, bahan dengan karakteristik demikian mengandung serat katun yang tinggi. 

Salah satu bahan kemeja PDH yang kerap digunakan adalah Drill dengan tingkat ketebalan yang beragam di setiap jenisnya. Namun yang paling sering dibuat untuk produksi kemeja PDH adalah American Drill. 

Bahan kanvas juga kerap digunakan untuk membuat kemeja PDH. Meski cukup nyaman, namun tingkat kelembutannya masih dibawah bahan Drill

Warna Jelas

Kriteria berikutnya yang harus diperhatikan ketika akan produksi kemeja PDH Jogja adalah pemilihan warnanya. Ada jenis bahan yang warnanya terlihat jelas, namun ada juga yang tampak pudar meskipun kemeja tersebut dalam kondisi baru diproduksi. 

Faktanya, warna memiliki peran yang penting karena bisa mewakili identitas instansi atau perusahaan itu sendiri. Ada beberapa trik yang bisa diterapkan agar bisa mendapatkan bahan kemeja PDH dengan warna yang jelas. 

Pertama, terlebih dahulu harus mempelajari beberapa jenis bahan kemeja lengkap dengan karakteristiknya masing-masing agar bisa menemukan bahan yang pas dan sesuai keinginan.  

Kedua, mendatangi konveksi kemeja PDH dan melihat warna bahannya secara langsung. Ketiga, mencari bahan dengan warna yang jelas secara online dengan cara bertanya kepada customer service yang bertugas. 

Mudah Dibersihkan 

Sebagai pakaian dinas yang dikenakan sehari-hari, tentunya rentan kotor. Meskipun pada umumnya kemeja jenis ini kerap digunakan di dalam ruangan, namun peluang menjadi kotor bisa saja terjadi. 

Entah karena debu, keringat, terkena tinta pulpen yang bocor, atau terkena makanan/minuman yang tumpah. Untuk itu, kriteria selanjutnya adalah mencari bahan kemeja yang mudah dibersihkan dari berbagai noda yang menempel. 

Apabila mengenakan kemeja yang mudah dibersihkan, maka Anda hanya perlu sedikit usaha untuk menghilangkan noda tersebut. Dengan demikian, tampilannya akan tetap bagus meski sering digunakan dan dicuci berulang kali. 

Ringan

Tahukah Anda ada jenis kain yang terasa berat sehingga terasa tidak nyaman saat digunakan. Jenis kain yang berat seperti ini mungkin akan cocok jika dikenakan oleh karyawan yang bekerja di luar negeri pada saat musim dingin. 

Berbeda dengan kondisi di Indonesia yang cenderung beriklim tropis, jenis paling tepat untuk produksi kemeja PDH Jogja adalah yang bahannya ringan. 

Memang, sebagian besar kemeja PDH digunakan di dalam ruangan dengan aktivitas ringan, seperti duduk di depan meja. 

Meski demikian, sangat disarankan untuk memilih jenis kain dari bahan yang ringan sehingga karyawan merasa tetap nyaman meski harus mengenakannya seharian. 

Masalah yang Kerap Timbul pada Kemeja PDH

Masalah yang Kerap Timbul pada Kemeja PDH

Sebagai pakaian yang sering digunakan untuk aktivitas kerja, kemeja PDH lebih rentan mengalami berbagai masalah dibanding jenis pakaian lainnya, diantaranya adalah: 

Mudah Aus

Kemeja PDH rentan mengalami aus atau rusak akibat pemakaian sehari-hari yang intensif serta mengalami proses pencucian berulang kali. 

Pada bagian-bagian tertentu seperti resleting, kancing kemeja, atau bahan kainnya yang rusak akibat tekanan, ketegangan, atau gesekan secara terus menerus. 

Rusak Akibat Pencucian

Proses yang salah saat mencuci kemeja PDH bisa membuat pakaian dinas tersebut menjadi cepat rusak, seperti menggunakan deterjen yang sifatnya terlalu kuat atau teknik mencuci yang tidak tepat. 

Selain itu, menggunakan air terlalu panas serta proses pengeringan kemeja dengan suhu yang terlalu tinggi juga bisa membuat kemeja kantor cepat rusak. 

Beberapa kerusakan yang bisa terjadi diantaranya adalah warna kemeja cepat pudar, ukurannya jadi mengecil, atau bahkan menimbulkan noda yang sifatnya permanen atau sulit dihilangkan.  

Diperlakukan secara Kasar

Masalah berikutnya yang kerap membuat kemeja PDH rusak adalah perlakuan kasar dari pemiliknya. Beberapa mungkin memperlakukannya secara sembarangan, misalnya mengenakan kemeja kantor saat mengerjakan aktivitas berat. 

Bagi petugas laboratorium, membiarkan pakaian dinas hariannya terpapar zat kimia berbahaya juga berisiko kemeja kantor tersebut menjadi rusak. 

Semua itu bisa mengakibatkan timbulnya kerusakan fisik pada pakaian seperti warnanya menjadi luntur atau robek pada kainnya. 

Kusut

Cara penyimpanan yang tidak tepat bisa membuat kemeja PDH cepat kusut. Misalnya, cara melipat dan menyimpan seragam dinas yang tidak tepat setelah disetrika.  

Meski kemeja PDH terbuat dari bahan yang berkualitas sekalipun, jika cara menyimpannya tidak tepat akan membuatnya terlihat “berantakan”. 

Kondisi kusut ini akan membuat kemeja kantor terlihat tidak rapi, sehingga membuat mood Anda untuk bekerja pun ikut menurun. Sebab, butuh waktu ekstra untuk bisa merapikan kemeja PDH sebelum digunakan. 

Tidak Sesuai Standar 

Ada kalanya pakaian dinas harian tidak sesuai preferensi dari dari perusahaan atau instansi tempat Anda bernaung. Permasalahan bisa dari pemilihan warna yang tidak tepat, model yang monoton, atau kualitas bahan tidak sesuai ekspektasi dari perusahaan itu sendiri. 

Kesimpulan 

Saat berencana untuk membuat pakaian dinas harian, pastikan Anda memahami terlebih dahulu kriteria terbaik untuk membuat kemeja yang berkualitas. 

Setidaknya, dengan pemahaman tersebut Anda bisa memiliki gambaran bahan seperti apa yang cocok untuk produksi kemeja PDH Jogja yang nyaman dan tetap awet saat digunakan dalam jangka panjang. 

Pahami dan hindari juga hal-hal yang bisa membuat pakaian dinas harian rentan rusak agar bisa tetap awet meski dipakai dalam jangka waktu lama dan kerap dicuci berulang kali.